Selasa, 16 Maret 2010

BULAN


Indahnya bulan hanya tampak pada malam hari, sinar yang memancar berasal dari pantulan matahari, sungguh semu apa yang ada pada bulan, namun kesetiaannya menemani dan mengitari bumi menjadi tanda kesetiaan bulan. Bulan menjadi perkiraan bagi manusia dan para pengembara, perubahan bentuk dari padanya menunjukkan waktu pada suatu masa. Berbagai puisi dan cerita memaparkan keindahan dan fungsi dari bulan. Bulan penuh atau bulan purnama di khiaskan sebagai wajah yang bersinar dan indah rupawan, bulan sabit diibaratkan bagai senyuman dan masa surut. Bulan hanya sebuah benda yang diciptakan untuk dapat memberikan penandaan waktu bagi sebagian orang (muslim), sehingga dapat diketahui kapan waktu untuk beribadah. Sebagian lain menentukan waktu mereka dengan perhitungan matahari, tidak pernah berubah pada bagian bumi manapun. Dengan perhitungan bulan, seluruh bagian bumi akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam menjalankan ibadahnya. Sebagai contoh, apabila waktu puasa Ramadhan di daerah utara bumi mengalami musim salju, maka 5-7 tahun berikutnya di tempat yang sama akan mengalami waktu puasa Ramadhan pada musim panas. Sungguh keadilan dari Sang Pencipta bagi umat manusia menjadi bukti dari ilmu pengetahuan modern.
Ilmu pengetahuan juga mencoba membuktikan bahwa manusia telah dapat mendarat di bulan, tetapi pendapat ini sangat banyak pertentangan, terutama dari para ilmuwan lain yang meragukan kebenarannya, sebab mereka berpendapat bahwa bulan tidak dapat disinggahi apalagi ditempati. Permukaan bulan yang selalu menghadap matahari akan memiliki panas abadi (bersuhu > 2500 derajat celcius), sedangkan bagian permukaan bulan yang tidak pernah terkena sinar matahari akan sangat dingin (-2500 derajat celcius).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar